Satelit Nusantara Satu Milik PSN Sukses Meluncur ke Angkasa

JAKARTA, 22Februari 2019PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan telekomunikasi berbasis satelit swasta pertama di Indonesia, sukses meluncurkan Satelit Nusantara Satu ke orbitnya. Satelit broadband pertama di Indonesia dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) ini lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat menggunakan roket Falcon 9 dari Space-X menuju slot orbit 146° BT tepat di atas Papua, Indonesia.

Peluncuran Satelit Nusantara Satu disaksikan oleh Direktur Jenderal SDPPI (Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika), perwakilan Kedutaan Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, dan seluruh pemangku kepentingan PSN yang hadir di Cape Canaveral.

“Kami bersyukur dan bangga pada hari ini, Kamis, 21 Februari 2019, pukul 20.45 waktu setempat atau Jumat, 22 Februari 2019, sekitar pukul 08.45WIB, Satelit Nusantara Satu telah berhasil meluncur dari Cape Canaveral Florida, Amerika Serikat. Kehadiran Satelit Nusantara Satu merupakan pencapaian besar PSN untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah dunia digital. Ini sesuai dengan tagline-nya yakni Nusantara Satu, Satukan Indonesia,” ujar Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso usai peluncuran Satelit Nusantara Satu di Cape Canaveral Florida, Amerika Serikat, Kamis (21/2) malam.

Adi mengatakan, meluncurnya Satelit Nusantara Satu akan menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia, khususnya di industri telekomunikasi. Ini merupakan kali pertama Indonesia memiliki satelit broadband berteknologi High Throughput Satellite (HTS) yang dapat memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas lebih besar sampai dengan 15 Gbps atau sekitar tiga kali lipat kapasitas satelit konvensional.

Selain itu, teknologi Next Generation Electric Propulsion yang disematkan pada Nusantara Satu mampu membuat berat satelit menjadi sangat ringan dan menjadikan biaya investasi lebih terjangkau.“Nusantara Satudirancang sangat efisien untuk menekan biaya angkut kargo Space-X. Satelit ini hanya berbobot empat ton, sementara kapasitas kargo Space-X adalah tujuh ton. Jadi biaya angkutnya bisa lebih murah tapi dengan kemampuan lebih baik dari satelit konvesional,” lanjut Adi.

Secara teknis, Pemimpin Proyek Nusantara Satu sekaligus menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan PSN, Dani Indra Widjanarkomemaparkan, setelah berhasil meluncur, PSN terus melakukan pemantauan terhadap satelit Nusantara Satu hingga akhirnya benar-benar berhasil menempati slot orbitnyadan beroperasi sebagaimana mestinya.

“Kami memperkirakan butuh sekitar 2 minggu dari waktu peluncuran untuk mengetahui apakah Satelit Nusantara Satu benar-benar mencapai slot orbit yang ditentukan. Setelah berhasil mencapai orbitnya, terlebih dahulu akan dilakukan serangkaian uji coba untuk memastikan Nusantara Satu dapat berfungsi dengan baik. Kemudian, baru satelit dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan internet nasional,” kata Dani.

Dani menjelaskan, Satelit Nusantara Satu Memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps.Cakupan C-band dan Extended C-band satelit tersebut meliputi wilayah Asia Tenggara, sementara untuk Ku-Band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 8 Spot Beam pada sistem HTS.

Selain itu, satelit yang diproduksi oleh Space System Loral (SSL) ini menggunakan platform SSL-1300-140 yang sanggup mengorbit selama lebih dari 15 tahun. Satelit ini memiliki berat ketika peluncuran mencapai 4.100 kilogram.

Adi Rahman Adiwoso menambahkan bahwa kebutuhan internet sangat tinggi untuk masa depan. Diperkiraan, terdapat 25 ribu desa dan 25 juta orang yang belumterlayanikoneksi internet broadband. Beroperasinya Nusantara Satu dinilai akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di berbagai pelosok daerah dengan mendapatkan akses teknologi informasi. Sehingga dengan kualitas dan jangkauannya ke seluruh wilayah Indonesia Nusantara Satu dapat mendukung percepatan ekonomi di daerah.

Setelah mengorbit, menurut Heru Dwikartono, Direktur Jaringan PSN, Satelit Nusantara Satu akan digunakan untuk keperluan Pemerintah yang akan menyebarluaskan internet ke berbagai desa di Indonesia. Selain itu, satelit tersebut juga digunakan untuk memperkuat layanan ritel PSN melalui produk Ubiqu dan Sinyalku. Heru menjelaskan, Ubiqu merupakan produk utama PSN untuk melayani kebutuhan internet di Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Kami memiliki Ubiqu dan Sinyalku dengan cakupan mulai dari ujung barat Sumatera hingga ujung timur Papua, dari ujung utara Sulawesi hingga ujung selatan Nusa Tenggara. Karena Ubiqu menggunakan satelit, jadi dapat dipasang di mana saja di seluruh Indonesia, baik di kota, di desa, daerah pegunungan, kepulauan, bahkan dapat melayani hingga ke daerah pelosok atau remote area,” jelasnya.

“Saat ini sudah sekitar tiga ribuan desa kami koneksikan,sampai akhir tahun ini kami harapkan ada sepuluh ribu desa.dan diperkirakan dua puluh lima ribu desa akan sudah terkoneksikan sekitar tahun 2020-2021” tutup Heru.


psn-siap-luncurkan-nsatu

PSN Luncurkan Satelit dengan Kapasitas Broadband Tertinggi di Indonesia

JAKARTA, 23 Januari 2019 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan telekomunikasi berbasis satelit swasta pertama di Indonesia, mengawali tahun 2019 dengan meluncurkan Satelit Nusantara Satu. Satelit yang semula disebut Satelit PSN VI ini merupakan satelit pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) . Teknologi tersebut akan memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional yang saat ini ada di Indonesia.

psn-siap-luncurkan-nsatu

Selain berkapasitas tinggi, Satelit Nusantara Satu juga menggunakan teknologi Next Generation Electric Propulsion yang membuatnya menjadi cost effective dan efisien karena berat satelitnya menjadi sangat ringan.

“Satelit Nusantara Satu merupakan satelit broadband dengan kapasitas tertinggi dan kita harapkan akan semakin memperkuat posisi PSN sebagai pemain utama dan terkemuka di industri satelit di Indonesia. Dengan pengalaman dan rekam jejak PSN, kami optimis satelit baru ini juga akan memberikan manfaat dan dorongan bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Nusantara,” kata Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso di Kantor PSN, Jakarta, Kamis (23/1).

Menurut Adi, terwujudnya pembangunan satelit ini merupakan hasil pemikiran dan rancangan tim PSN dan perusahaan pembuat satelit dengan didukung pembiayaan dari Export Development Canada (EDC) yang telah terjadi sejak Desember 2017 lalu. Dia berharap satelit ini dapat memacu semangat untuk terus menjadi bagian kemajuan teknologi bangsa.

“Dengan teknologi tinggi yang dihadirkan Satelit Nusantara Satu, PSN berharap Indonesia memiliki satelit yang dapat menghasilkan bandwidth yang besar dengan harga terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Satelit yang merupakan buatan Space System Loral (SSL), sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, saat ini dalam persiapan peluncuran, dan rencananya peluncuran akan dilaksanakan pada medio Februari 2019.

Pemimpin Proyek Nusantara Satu sekaligus menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan PSN, Dani Indra Widjanarko mengungkapkan, “satelit buatan SSL ini menggunakan platform SSL-1300 140 dengan usia desain selama 15 tahun, memiliki 38 transponder C/Ext-C Band dan 8 spotbeam Ku-Band dengan total kapasitas hingga 15 Gigabits per second (Gbps), berat pada saat peluncuran sebesar 4.735 Kg, serta memiliki Spacecraft Power (EOL) sebesar 9985 watt.”

Selain itu, menurut Dani, cakupan C/Ext-C Band Satelit Nusantara Satu meliputi wilayah Asia Tenggara dan untuk Ku-Band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 8 Spot Beam pada sistem HTS. Satelit ini pun akan diluncurkan di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. menggunakan roket Falcon 9 dari Space-X.

“Setelah meluncur, satelit akan ditempatkan pada slot orbit 146° BT, tepat di atas Papua, Indonesia. Lalu, satelit ini akan dikendalikan melalui Satellite Control Center yang berlokasi di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat,” jelas Dani.

Dani mengatakan, Satelit Nusantara Satu juga menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), sebuah perusahaan asuransi yang akan memberikan perlindungan sepenuhnya atas resiko peluncuran dan operasional ketika satelit sudah mengorbit.

Kemudian, pengoperasian satelit ini akan dilakukan oleh PT PSN Enam Indonesia yang merupakan anak usaha PT PSN. Perusahaan yang khusus dibentuk untuk pengoperasian Nusantara Satu ini terdiri dari orang-orang yang sangat ahli dan berpengalaman luas dalam pengoperasian satelit.

“Kami yakin setelah mengorbit di angkasa, Satelit Nusantara Satu akan dioperasikan dengan baik dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat,” lanjutnya.

Adi menambahkan bahwa Satelit Nusantara Satu yang merupakan inisiatif PT. Pasifik Satelit Nusantara adalah bagian dari wujud kemandirian satelit nasional yang memungkinkan seluruh masyarakat Indonesia lebih mudah mendapatkan akses internet tanpa tergantung kepada operator satelit asing. Hal ini sejalan dengan komitmen dan konsistensi PSN untuk menghadirkan teknologi satelit yang mampu memberikan layanan terbaik dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinamis sampai ke pelosok Indonesia .

"Peluncuran Satelit Nusantara Satu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan internet domestik dan mengurangi digital gap di Indonesia. Internet telah terbukti menciptakan dan membawa banyak perubahan dalam peradaban manusia. Dengan teknologi internet juga kita berupaya agar setiap warga Indonesia memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk mencapai tingkat kesejahteraan hidup yang lebih baik, dimanapun mereka tinggal,” tutup Adi.

 


apscc lifetime achievement

Bapak Adi Rahman Adiwoso Mendapat Lifetime Achievement Award dari Asia Pacific Satellite Communication Council (APSCC)

JAKARTA, 2 Oktober 2018 – Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, mendapatkan penghargaan seumur hidup (Lifetime Achievement Award) dari dewan komunikasi satelit se-Asia Pasifik (Asia Pacific Satellite Communication Council/APSCC). Penghargaan tersebut diberikan pada The APSCC Satellite Conference and Exhibition yang berlangsung di hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (2/10).

APSCC adalah asosiasi internasional yang mewakili semua sektor industri satelit dan / atau yang terkait dengan ruang angkasa. Tujuan keseluruhan dari APSCC adalah untuk mempromosikan komunikasi dan penyiaran melalui satelit serta kegiatan luar angkasa di Asia-Pasifik untuk kesejahteraan sosial ekonomi dan budaya daerah.

Presiden APSCC Gregg Daffner mengatakan, setiap tahunnya dewan APSCC mencari kandidat terbaik dari industri satelit maupun yang berhubungan dengan luar angkasa se-Asia Pasifik untuk menerima dua kategori penghargaan dari APSCC, yakni Lifetime Achievement Award dan Executive of The Year.

“Pada 2018, kami memilih Mr. Adi Rahman Adiwoso untuk menerima Lifetime Achievement Award karena menjadi pelopor industri satelit di Indonesia. Dedikasi dan konsistensi Adi sampai saat ini di industri satelit menjadikan penggunaaan teknologi ini di Indonesia berkembang pesat,” ujar Gregg Daffner di Jakarta, Selasa (2/10). 

Penghargaan ini merupakan yang kedua diterima Adi dari APSCC. Pada tahun 2005, Adi juga telah mendapatkan penghargaan Satellite Executive of The Year in Asia Pacific. 

Menurut Gregg, para penerima APSCC Awards telah diakui atas inovasi dan pencapaian mereka dalam industri satelit serta kepemimpinan mereka dalam mengembangkan dan mempercepat distribusi layanan baru melalui satelit di kawasan Asia Pasifik. APSCC juga sangat mengapresiasi individu yang membantu dalam perumusan kebijakan, peraturan, serta standar teknis di industri ini.

Pengalaman dan kontribusi Adi di industri satelit Indonesia sangat teruji. Meski lulus S1 dari Jurusan Teknik Aeronautika dan Astronautika Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat, dan mendapatkan masternya dari California Institute of Technology, California, Amerika Serikat, Adi Rahman kembali ke negaranya dan berkarya di banyak perusahaan berbasis teknologi di Indonesia. Bahkan, beliau juga mendirikan PSN sebagai perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia sejak tahun 1991 dan telah menjabat sebagai direktur utama di PSN hingga saat ini.

“Totalitas dan komitmen yang begitu besar terhadap industri itulah yang menjadi dasar kami untuk memilih Mr. Adi Rahman sebagai orang terbaik di industri satelit di Indonesia dan juga se-Asia Pasifik,” jelasnya.

Dalam The APSCC Satellite Conference and Exhibition seluruh pemimpin industri satelit berkumpul untuk mendapatkan wawasan mengenai kondisi pasar, bertemu mitra dan dapat bertransaksi bisnis.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan bahwa penghargaan Lifetime Achievement Award yang diterima dari APSCC menjadi suatu kebanggaan tersendiri baginya secara pribadi dan keluarga besar PT PSN. Terlebih lagi penghargaan ini diterima bertepatan dengan rencana PSN untuk segera meluncurkan Satelit Nusantara Satu yang awalnya disebut dengan PSN VI.

“PSN sebagai perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia akan terus berkomitmen dan berkontribusi bagi pembangunan industri satelit di Indonesia. PSN melalui satelit terbaru kami yaitu Satelit Nusantara Satu, memiliki tekad untuk bisa menyatukan dan mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat di seluruh nusantara secara berkelanjutan dengan menyediakan layanan akses internet sampai daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) ” kata Adi usai menerima penghargaan.

Satelit Nusantara Satu merupakan satelit pertama di Indonesia dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang memiliki kapasitas bandwidth lebih besar dibanding satelit konvensional. Satelit ini mampu memberikan layanan internet broadband ke seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai ke daerah pelosok. PSN berkomitmen mewujudkan pemerataan akses digital ke seluruh penjuru Indonesia, sehingga akan memudahkan akses informasi, transaksi digital dan kemudahan lain pada semua aspek kehidupan. Satelit berkapasitas 15 Gbps ini merupakan buatan SSL dan akan diluncurkan di Florida, Amerika Serikat, dengan menggunakan roket Falcon 9 buatan Space X.


PSN Kembali Membangun Satelit Baru untuk Menjadi Penyedia Layanan Broadband Terbesar di Indonesia

JAKARTA, 5 Desember 2017 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan swasta pertama di sektor jasa telekomunikasi dan informasi berbasis satelit di Indonesia, kembali melakukan aksi korporasi dengan membangun satelit baru yang akan dinamai PSN VI. Satelit baru ini akan di operasikan dan dikelola oleh anak usaha PSN, yaitu PT PSN Enam Indonesia dan didukung oleh pembiayaan dari Export Development Canada (EDC), lembaga kredit ekspor Kanada. Satelit PSN VI  dibangun oleh Space System/Loral, perusahaan pembuat satelit terkemuka dari Amerika Serikat dan ditargetkan mengorbit pada akhir tahun 2018 pada slot orbit 1460BT yang dikelola oleh PSN.

Acara penandatanganan kerjasama pembiayaan antara PT PSN Enam Indonesia dengan EDC dilakukan hari ini di Hotel Grand Hyatt, Jakarta oleh Nedy Zachry, Direktur PT PSN Enam Indonesia dengan Tushar Handiekar, Director, Infrastructure & Industrials, Structured & Project Finance Export Development Canada (EDC) yang disaksikan oleh Adi Rahman Adiwoso, CEO PT. Pasifik Satelit Nusantara. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, jajaran Direksi PSN dan anak usaha, serta manajemen dari EDC, Kanada. Perjanjian pembiayaan dengan EDC ditandatangani pada tanggal 25 Oktober 2017 di Jakarta dan Ottawa, Kanada.

Chief Executive Officer PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan, pembangunan satelit PSN VI akan mengukuhkan posisi perusahaan sebagai penyedia layanan broadband terbesar di Indonesia. Langkah strategis ini juga merupakan bagian dari komitmen PSN untuk mendukung program kemandirian satelit Indonesia yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia serta mengoptimalkan peluang perusahaan satelit domestik untuk memenuhi kebutuhan data broadband di Indonesia yang sangat tinggi.

“Sebagai pionir perusahaan satelit di Indonesia, PSN terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan layanan satelit yang terus meningkat dengan menambah satelit-satelit baru dengan teknologi yang lebih canggih agar layanan komunikasi baik data maupun suara dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat Indonesia. Kami berharap layanan satelit PSN dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia dan ikut menggerakan perekonomian nasional,” kata Adi Rahman di Jakarta, Selasa (5/12).

PSN VI memiliki kapasitas transponder C Band dan Ku Band yang dapat menjangkau seluruh pelosok wilayah di Indonesia. Transponder C band rencananya akan digunakan untuk melayani kebutuhan cellular trunking dan komunikasi data perusahaan maupun lembaga pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia.

Transponder Ku Band ditujukan untuk melayani kebutuhan internet kecepatan tinggi melalui satelit.  PSN VI akan memiliki kemampuan sebagai High Throughput Satellite (HTS) pertama di Indonesia yang dapat  memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional untuk alokasi spektrum yang sama.

Untuk meningkatkan kapasitas layanannya serta memberikan layanan yang cost effective bagi pelanggannya, PSN secara konsisten terus membangun satelit dengan teknologi-teknologi canggih.  PSN dengan dukungan dari PT Pintar Nusantara Sejahtera yang merupakan pemegang saham utama PSN, dan mitra strategis lainnya, juga sedang membangun Satelit Palapa-N1 yang direncanakan beroperasi pada 2020. PSN juga sedang merancang satelit PSN VII yang ditargetkan dapat melayani konsumen mulai tahun 2022. Dengan beroperasinya seluruh satelit tersebut, Grup PSN akan menjadi perusahaan penyedia layanan broadband satelit terbesar di Indonesia dengan kapasitas 130 Gbps.

Adi Rahman menjelaskan, perubahan gaya hidup dan aktvitas ekonomi masyarakat yang terus meningkat akan mendorong kebutuhan data melalui akses satelit broadband di Indonesia yang akan mencapai angka 160 Gbps di tahun 2020. Oleh karena itu, melalui pembangunan dan pengoperasian satelit-satelit baru, PSN berharap dapat mendukung proyek strategis nasional untuk menghilangkan digital gap dan memenuhi kebutuhan akses broadband internet.

“Satelit PSN VI ini merupakan infrastruktur penting untuk memenuhi kebutuhan jaringan komunikasi berupa data di Indonesia sebagai negara kepulauan. Satelit merupakan salah satu medium yang efisien untuk menjangkau wilayah yang sulit dan tidak dapat dilayani oleh jaringan infrastruktur terestrial seperti menggunakan fiber optic dan microwave link,” jelas Adi Rahman.

Meningkatnya jumlah kelas menengah dan semakin tinggi daya beli masyarakat Indonesia telah mendorong penggunaan internet semakin tinggi. Menurut lembaga riset pasar e-Marketer,  populasi pengguna internet di Indonesia melonjak dari 83,7 juta orang pada 2014 menjadi sekitar Rp 112 juta pada tahun 2017. Besarnya pengguna internet ini telah mendorong sektor e-commerce di Indonesia juga tumbuh pesat. Pada tahun 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika memperkirakan, potensi per  putaran uang dari sektor e-commerce akan US$ 130 Miliar atau sekitar Rp 1.775 triliun.

Menurut Adi Rahman, internet telah membawa perubahan dan peluang-peluang baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pembangunan dan pengoperasian satelit yang dilakukan PSN diharapkan dapat menciptakan multiplier effect ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

“Satelit adalah infrastruktur komunikasi dan telekomunikasi yang lebih efisien dengan jangkauan luas. Berbagai keunggulan inilah yang dapat dioptimalkan oleh masyarakat Indonesia untuk membangun peradaban dan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Bill Brown, VP Regional EDC mengatakan,”EDC terus menyediakan solusi finansial untuk memperkuat hubungan  yang kian erat antara perusahaan teknologi terdepan Kanada dengan para pembeli dari Asia Tenggara. Transaksi PSN ini adalah contoh yang pas bagaimana pembiayaan dari EDC dapat membantu menciptakan hasil akhir yang positif bagi semua pihak, dan kami berharap untuk bisa melakukan lebih banyak deal-deal semacam ini di Indonesia,”

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara  menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kesepakatan kerja sama yang dilakukan PSN dengan EDC. "Pemerintah sangat mengapresiasi keterlibatan aktif pelaku usaha dan inisiatif yang dilakukan PSN bisa mewujudkan cita-cita pemerintah untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia dengan internet, sehingga kegiatan ekonomi bertambah efisien,” kata Rudiantara.

 


PSN Jalin Kerja Sama Strategis Untuk Membangun Satelit PALAPA-N1

JAKARTA, 17 Mei 2017 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dalam  membangun Satelit Palapa Nusantara 1 atau disingkat Satelit PALAPA-N1 untuk memberikan layanan broadcast dan broadband di Indonesia. Pembangunan satelit tersebut dilakukan melalui kerjasama perusahaan patungan dengan Indosat Ooredoo dan dengan menggandeng pembuat satelit terkemuka dari Cina yaitu China Great Wall Industry Corporation. Kerja sama itu merupakan bagian dari komitmen PSN dalam mendukung rencana kemandirian satelit nasional.

Chief Executive Officer PSN, Adi Rahman Adiwoso, mengatakan satelit merupakan infrastruktur terpenting dan memainkan peranan yang sangat besar bagi Indonesia. Teknologi informasi juga saat ini sudah menjadi kebutuhan dan bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Dengan bentuk wilayah Indonesia yang berupa kepulauan, teknologi satelit merupakan solusi dan pemersatu seluruh wilayah nusantara.“Kami mendukung program pemerintah yang mencanangkan kemandirian satelit nasional, dan pembangunan Satelit PALAPA-N1 yang merupakan inisiatif PSN bersama Indosat Ooredoo adalah komitmen nyata kami untuk menghadirkan teknologi satelit yang mampu memberikan layanan terbaik dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinamis sampai ke pelosok Indonesia,” ujar Adi Rahman.

Pembangunan Satelit PALAPA-N1 ini dibuat dengan menggunakan Chinese DFH 4 Bus yang sudah teruji dan akan diluncurkan dengan roket peluncur Long March 3B dari Xichang Satellite Launch Center di China. Satelit ini ditargetkan rampung pada 2020 dan akan segera diorbitkan untuk memperkuat armada satelit  PSN. Saat ini PSN sudah mengoperasikan Satelit VR yang mengorbit sejak 2014 lalu. Ditambah rencana pengoperasian Satelit PSN VI pada 2019 dan PSN VII pada 2022, perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia ini akan mengoperasikan 4 satelit baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengoperasian satelit-satelit tersebut akan membuat PSN mampu menyediakan layanan broadband di Indonesia dengan kapasitas hingga 130 Gbps.

Jika ditambah dengan penyedia jasa satelit di Indonesia lainnya, yakni Telkom dan BRI, maka total kapasitas satelit di Indonesia diperkirakan akan memiliki layanan hingga 150 GBps.  Dengan adanya armada satelit PSN ini, Indonesia tidak akan lagi tergantung pada operator satelit asing untuk penggunaan jasa satelit pada tahun 2022. "Dengan begitu, layanan satelit di Indonesia tidak akan tergantung oleh perusahaan asing lagi, karena perusahaan domestik mampu memenuhi seluruh kebutuhan secara nasional,” kata Adi Rahman.

President of China Great Wall Industry Corporation (CGWIC), Yin Liming, menyambut positif kerja sama dengan PSN tersebut. Kerja sama yang terjalin antara PSN dan CGWIC ini akan memberikan dampak positif bagi layanan telekomunikasi di Indonesia. “Kami bangga bisa bekerja sama dengan PSN dalam mengembangkan Satelit PALAPA-N1. Kami yakin proyek ini akan bermanfaat dalam pengembangan sektor telekomunikasi di Indonesia yang berkembang sangat pesat dewasa ini,” ujar Yin Liming.

Sekilas tentang penandatanganan PSN VII

Dalam kesempatan itu, penandatanganan naskah kesepahaman antara PSN dengan China Great Wall Industry Corporation (CGWIC) untuk satelit PSN VII juga merupakan komitmen PSN dalam melayani kebutuhan jasa satelit di Indonesia. “Sebagai perusahaan nasional, kami yakin PSN VII akan mampu memberikan layanan jasa satelit yang berkualitas dan menjangkau seluruh pelosok negeri,” jelas Adi Rahman.

CGWIC juga menyatakan antusiasmenya terhadap kerjasama ini karena akan meningkatkan reputasi kedua perusahaan di dunia persatelitan internasional. “Dan juga satelit PSN VII ini akan memberikan konektivitas yang lebih luas di seluruh Indonesia yang membuat kerjasama ini mendapat apresiasi tinggi,” ujar Yin Liming.

PSN Gandeng Surya University Kembangkan Satelit LEO

Pada acara yang sama, PSN juga melakukan tanda tangan nota kesepahaman dengan Universitas Surya  terkait dengan pembangunan Satelit LEO kelas cube sat. Kerjasama ini merupakan komitmen PSN dalam memberikan akses dan kesempatan yang seluas-luasnya bagi anak bangsa untuk berkarya di dunia persatelitan nasional.

Founder Surya University, Prof. Yohanes Surya, menyatakan bangga bisa bekerja sama dengan PSN. “Kami berharap ini bisa menjadi inspirasi agar anak bangsa bisa terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang tidak kalah dengan negara lain. Kami menyampaikan terima kasih kepada PSN yang telah memberikan kesempatan kepada Surya University untuk terlibat langsung dalam pembuatan cube sat” ujar Yohanes.

Satelit PALAPA-N1 Gunakan Teknologi High Throughput  Satellite

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dalam merancang Satelit PALAPA-N1 ini akan menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Teknologi tersebut akan memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional untuk alokasi spektrum yang sama.

Dengan pemanfaatkan teknologi tersebut, program pemerintah untuk memperkenalkan internet di seluruh Indonesia juga bisa dioptimalkan, seperti Desa Pintar, Universal Service Obligation (USO), atau Kewajiban Pelayanan Universal (KPU). Program USO sendiri merupakan salah satu program Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menghubungkan desa-desa terluar, terdepan dan tertinggal di Indonesia dengan internet.

Satelit PALAPA-N1 akan dioperasikan dan ditangani oleh PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS), perusahaan patungan antara Indosat Ooredoo, PSN, dan PT. Pintar Nusantara Sejahtera, yang merupakan salah satu pemegang saham PSN. Satelit PALAPA-N1 nantinya akan berada di orbit 113° BTyang rencananya beroperasi pada tahun 2020 mendatang.


PSN MENUNJUK SSL UNTUK MEMBANGUN SATELIT PSN VI

PALO ALTO, California -. 19 November 2014 - Space Systems / Loral (SSL), salah satu perusahaan manufaktur satelit komersial terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan bahwa kontrak yang dilaporkan pada tanggal 29 Oktober 2014 adalah kontrak sebagai penyedia satelit komunikasi untuk PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Satelit komersial yang dinamakan PSN VI  ini,  akan menyediakan layanan komunikasi di seluruh wilayah Asia Tenggara termasuk High Throughput Satellite (HTS) payload untuk layanan internet pita lebar di Indonesia.

Dengan transponder C-band dan Ku-Band, PSN VI akan digunakan untuk melayani komunikasi suara dan data, distribusi video serta layanan internet pita lebar di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. PSN merupakan perusahaan telekomunikasi satelit swasta pertama di Indonesia dan penyedia jasa satelit terkemuka yang menjangkau berbagai layanan telekomunikasi berbasis satelit di Asia.

"PSN terbukti telah berhasil dalam mengembangkan teknologi satelit untuk memberikan solusi komunikasi yang inovatif yang membantu meningkatkan kualitas kehidupan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah  yang tidak terjangkau", menurut John Celli, Presiden SSL. "Kami sangat senang  telah mendapat kesempatan untuk membantu PSN lebih jauh bukan hanya dalam menyediakan satelit berikut peluncurannya tapi termasuk layanan untuk mendukung tercapainya tujuan bisnis PSN”, lanjutnya.

Menurut rencana, satelit PSN VI akan diluncurkan pada awal tahun 2017 dan akan  ditempatkan pada slot orbit 146⁰ Bujur Timur. Dengan berbasis platform SSL 1300 yang telah terbukti kehandalannya dan mampu memberikan fleksibilitas untuk beragam aplikasi dan kemajuan teknologi di bidang telekomunikasi, satelit ini dirancang untuk dapat memberikan layanan selama 15 tahun  bahkan lebih.

"Kami senang dapat bekerjasama dengan SSL untuk pembuatan satelit terbaru kami, PSN VI. Kami percaya bahwa  kolaborasi ini akan  menjadikan PSN  dapat melayani pasar sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan sebelumnya. Kerjasama ini akan memperkuat komitmen PSN untuk menjadi perusahaan satelit terbaik dalam hal inovasi teknologi dan produk-produknya", menurut Presiden Direktur Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso. “SSL telah menyediakan solusi untuk PSN termasuk komitmen peluncuran satelit PSN VI yang akan memperkuat dan mendukung rencana serta strategi bisnis PSN ke depan", lanjut Adi Rahman Adiwoso.

Tentang PSN

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) merupakan perusahaan telekomunikasi satelit swasta pertama di Indonesia dan penyedia jasa dari berbagai layanan telekomunikasi berbasis satelit terkemuka di Asia. Strategi bisnis PSN fokus pada penyediaan solusi yang inovatif dan efisien serta selalu berusaha untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan para pemangku kepentingan.

Tentang SSL

SSL memiliki pengalaman yang panjang dalam menyediakan Satelit yang handal untuk pelanggan komersial dan pemerintahan di seluruh dunia. Sebagai perusahaan pembuat Satelit komersial terkemuka di dunia, SSL telah menjalin kerjasama yang erat dengan para operator satelit di dunia dalam menyediakan sistem satelit untuk berbagai layanan seperti distribusi siaran televisi dan radio, digital radio, Internet Broadband, komunikasi bergerak, dan observasi bumi. Miliaran penduduk dunia bergantung pada Satelit SSL setiap hari. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.sslmda.com.


PSN Hadirkan Auto Pointing Antenna VSAT Pertama di Indonesia

Dewasa ini dunia perbankan di Indonesia memasuki masa persaingan yang sangat kompetitif. Sektor perbankan memiliki peran yang strategis dalam memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Saat ini, perusahaan perbankan berlomba-lomba untuk memberikan layanan yang terbaik kepada nasabahnya dan untuk dapat mengungguli persaingan tersebut maka perusahaan perbankan harus mampu menciptakan suatu inovasi baru yang berperan secara proaktif untuk “menjemput bola”. Dukungan teknologi komunikasi menjadi pilihan yang tak terelakkan dan sebagai faktor penentu keunggulan kompetitif dalam persaingan bisnis yang semakin tajam.

Sebagai suatu wujud komitmen PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN) terhadap dunia perbankan, maka PSN hadir dengan inovasi Mobile VSAT (MVSAT) yang merupakan sistem antenna VSAT bergerak dengan teknologi Auto Pointing pertama buatan bangsa Indonesia. MVSAT adalah solusi komunikasi VSAT yang dapat dikerahkan dan dimobilisasi di setiap tempat di Indonesia dalam waktu singkat.

PSN pertama kali memperkenalkan versi pertama dari MVSAT pada pameran perbankan APCONEX 2010 di Jakarta. Berbeda dengan pesaing yg ada, PSN telah melengkapi MVSAT dengan kemampuan Single Push-Button Automatic Satellite Acquisition, yang memungkinkan pengguna cukup hanya menekan satu tombol untuk mengoperasikan perangkat ini. MVSAT akan secara otomatis mencari arah satelit yang sesuai berdasarkan lokasinya saat itu dan koneksi on-line dapat segera tewujud. Fitur ini akan sangat memudahkan bagi pengguna yang tidak memiliki dasar pengetahuan teknis satelit sama sekali.

Saat ini, PSN MVSAT telah digunakan pada beberapa institusi perbankan dan pemerintahan, seperti BNPB, Dispenda, Diskominfo, BNI, dan bank-bank daerah. Di Indonesia, penggunaan infrastruktur jaringan telekomunikasi satelit MVSAT merupakan pilihan tepat, mengingat Indonesia terdiri dari banyak pulau yang tersebar sehingga membutuhkan solusi komunikasi berbasis satelit yang inovatif.

Inovasi MVSAT tercipta karena PSN memiliki kemampuan yang komprehensif mulai dari hulu hingga hilir di dunia telekomunikasi satelit. PSN merupakan perusahaan satelit swasta pertama dan salah satu dari tiga operator satelit di Indonesia. Merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi perusahaan dan karyawan karena berhasil konsisten menjadi pelopor untuk berbagai teknologi telekomunikasi.


PSN to Place a new satellite on 146 E Degree

Pasifik Satelit Nusantara, a leading satellite based company that focuses on delivering a complete range of services through its innovation and best technology, announced today that it will place a new satellite on 146 degree E effectively in June 13, 2012. The new satellite is a result of cooperation with China Satellite Communications Co. Ltd. and will be renamed as PSN V.

This PSN V is equipped with C and Ku band transponders which strengthen PSN’s capability to serve the needs of its customer. This is in line with PSN’s tagline of Expanding the Limits, as PSN is always challenging the boundaries to offer the best efficient and effective solutions for its customer.

At the same time, PSN is also in finalizing its negotiations with a satellite manufacturer to prepare its new satellite, PSN VI, which will later on be placed on 146 degree E.