syukuran nsatu

Satelit Nusantara Satu Sukses Mengorbit di Atas Papua, Siap Layani Kebutuhan Internet Indonesia

JAKARTA, 1 April 2019 – Satelit Nusantara Satu milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan telekomunikasi berbasis satelit swasta pertama di Indonesia, siap melayani kebutuhan internet di seluruh Indonesia setelah sukses meluncur pada Jumat, 22 Februari 2019, pukul 8.45 WIB dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Setelah melakukan in-orbit raising, pada 7 Maret Nusantara Satu sukses mengorbit di 146° BT atau tepat di atas Papua sesuai jadwalnya. Saat ini, Nusantara Satu sedang melakukan test di orbit (in-orbit test) tahap akhir dan indikasi teknis menunjukkan kondisi satelit dalam keadaan normal sesuai spesifikasinya.

Sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan Satelit Nusantara Satu mengorbit sesuai jadwal, PSN mengadakan Syukuran Peluncuran Nusantara Satu yang diadakan di Shangri-La Hotel Jakarta, Senin (1/4). Pada acara ini hadir Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dan segenap Direksi, manajemen, serta karyawan PSN juga ikut berpartisipasi.

syukuran nsatu

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan, setelah mengorbit dan dilakukan serangkaian tes, Nusantara Satu dinyatakan dalam kondisi sehat atau seluruh spesifikasi teknis terpenuhi sesuai dengan rancangan dan harapan.

“Dengan semangat ‘Satukan Indonesia’, Satelit Nusantara Satu telah mengemban tugasnya dengan baik hingga saat ini dan siap beroperasi agar dapat memberikan akses internet yang merata kepada seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen dan konsistensi PSN untuk terus mendorong penggunaan satelit agar mengurangi digital gap di seluruh wilayah di Indonesia,” kata Adi ketika acara Syukuran Peluncuran Nusantara Satu di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (1/4).

Menurut Adi, serangkaian tes telah dilakukan oleh Nusantara Satu. Sehari setelah orbit atau pada 8 Maret 2019, tes di orbit atau In Orbit Test (IOT) dijalankan yaitu di Cikarang melakukan Payload/Transponder IOT, sementara itu dilakukan Bus IOT di  Mission Control Center (MCC) Palo Alto dari SSL. Selain itu, tim PSN juga melakukan verifikasi dari Satellite Control Facility (SCF) di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Pengendalian satelit, kata Adi, sejak meluncur hingga sampai ke orbit, Nusantara Satu masih dikendalikan oleh MCC Palo Alto milik SSL, namun tetap di bawah pengawasan SCF Jatiluhur. Setelah serangkaian tes pada satelit berjalan lancar dan proses administrasi diselesaikan, SSL pun akan menyerahkan kepada PSN selambat-lambatnya pada 1 April ini.

“Semua yang di bawah kendali kami seperti pusat monitor jaringan di Cikarang dan SCF Jatiluhur sudah siap beroperasi sejak 2 November tahun lalu. Kami bersyukur peluncuran satelit hingga mencapai orbitnya dan pelaksanaan seluruh proses mulai dari persiapan, peluncuran, perjalanan menuju orbit hingga serangkaian pengujian teknis telah dilakukan dengan baik,” kata Adi.

Satelit Nusantara Satu merupakan satelit broadband pertama di Indonesia dengan teknologi High Throughtput Satellite (HTS) yang dapat memberikan layanan internet dengan kapasitas lebih besar dibandingkan satelit konvensional. Selain itu, teknologi Next Generation Electric Propulsion pada Satelit Nusantara Satu mampu membuat berat satelit menjadi sangat ringan saat peluncuran sehingga membuatnya lebih efisien dan cost effective sehingga menjadikan biaya investasi lebih terjangkau.

Ketika meluncur, Satelit Nusantara Satu hanya memiliki bobot sebesar empat ton, sementara kapasitas kargo Space-X adalah tujun ton. Dalam perjalanannya, Satelit Nusantara Satu melepaskan Forecone dan Satelit SSV2 di ketinggian sekitar Geosynchronous. Kemudian Satelit Nusantara Satu berhasil menempati orbit pada Kamis, 7 Maret 2019 dan langsung menjalankan rangkaian tes uji coba.

Pemimpin Proyek Nusantara Satu sekaligus menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan PSN Dani Indra Widjanarko menjelaskan, uji coba IOT pada Satelit Nusantara Satu perlu dilakukan untuk mengevaluasi kesehatan satelit pasca peluncuran. Pengetesan tersebut berjalan dengan baik tanpa degradasi spesifikasi teknis ataupun pengurangan umur satelit. Sejak peluncuran hingga perjalanan menuju orbit, semuanya berjalan sesuai jadwal tanpa terjadi anomali.

Setelah mencapai orbit, Satelit Nusantara Satu terlebih dahulu dilakukan pengecekan Bus dan Payload/Transponder sebelum mulai beroperasi. “Serangkaian critical test yang dijalankan sudah selesai dan seluruh spesifikasi teknis juga terpenuhi sesuai dengan rancangan. Pengecekan Bus dan Transponder menunjukkan hasil yang baik. Berbagai prosedur pengujian lainnya juga berhasil dilalui sesuai prediksi. Malah dalam banyak hal, hasilnya justru melebihi ekspektasi kami,” ungkap Dani.

Satelit Nusantara Satu memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps. Cakupan C-band dan Extended C-band satelit tersebut meliputi wilayah Asia Tenggara, sementara untuk Ku-Band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 8 Spot Beam pada sistem HTS. Dengan menggunakan platform SSL-1300 140, Satelit Nusantara Satu sanggup mengorbit dan beroperasi selama lebih dari 15 tahun.

Adi menambahkan, beroperasinya Satelit Nusantara Satu diharapkan dapat mengatasi kesenjangan internet yang terjadi. Saat ini, sekitar 3 ribu desa yang berhasil dikoneksikan oleh PSN, sampai akhir tahun 2019 jumlahnya ditargetkan meningkat hingga 10 ribu desa. Dan diperkirakan 25 ribu desa dapat terhubung ke internet sekitar tahun 2020-2021.

“Kami yakin, kemampuan yang dimiliki Satelit Nusantara Satu dapat membuka akses teknologi informasi yang lebih luas, terutama bagi masyarakat di berbagai pelosok daerah sehingga mampu membuka peluang bagi percepatan ekonomi di daerah. Ini merupakan wujud komitmen dan kontribusi PSN dalam membangun infrastruktur komunikasi bagi masyarakat Indonesia untuk menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Adi.


Satelit Nusantara Satu Milik PSN Sukses Meluncur ke Angkasa menggunakan Roket Falcon-9 dari Space-X

JAKARTA, 22Februari 2019PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan telekomunikasi berbasis satelit swasta pertama di Indonesia, sukses meluncurkan Satelit Nusantara Satu ke orbitnya. Satelit broadband pertama di Indonesia dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) ini lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat menggunakan roket Falcon 9 dari Space-X menuju slot orbit 146° BT tepat di atas Papua, Indonesia.

Peluncuran Satelit Nusantara Satu disaksikan oleh Direktur Jenderal SDPPI (Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika), perwakilan Kedutaan Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, dan seluruh pemangku kepentingan PSN yang hadir di Cape Canaveral.

“Kami bersyukur dan bangga pada hari ini, Kamis, 21 Februari 2019, pukul 20.45 waktu setempat atau Jumat, 22 Februari 2019, sekitar pukul 08.45WIB, Satelit Nusantara Satu telah berhasil meluncur dari Cape Canaveral Florida, Amerika Serikat. Kehadiran Satelit Nusantara Satu merupakan pencapaian besar PSN untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah dunia digital. Ini sesuai dengan tagline-nya yakni Nusantara Satu, Satukan Indonesia,” ujar Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso usai peluncuran Satelit Nusantara Satu di Cape Canaveral Florida, Amerika Serikat, Kamis (21/2) malam.

Adi mengatakan, meluncurnya Satelit Nusantara Satu akan menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia, khususnya di industri telekomunikasi. Ini merupakan kali pertama Indonesia memiliki satelit broadband berteknologi High Throughput Satellite (HTS) yang dapat memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas lebih besar sampai dengan 15 Gbps atau sekitar tiga kali lipat kapasitas satelit konvensional.

Selain itu, teknologi Next Generation Electric Propulsion yang disematkan pada Nusantara Satu mampu membuat berat satelit menjadi sangat ringan dan menjadikan biaya investasi lebih terjangkau.“Nusantara Satudirancang sangat efisien untuk menekan biaya angkut kargo Space-X. Satelit ini hanya berbobot empat ton, sementara kapasitas kargo Space-X adalah tujuh ton. Jadi biaya angkutnya bisa lebih murah tapi dengan kemampuan lebih baik dari satelit konvesional,” lanjut Adi.

Secara teknis, Pemimpin Proyek Nusantara Satu sekaligus menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan PSN, Dani Indra Widjanarkomemaparkan, setelah berhasil meluncur, PSN terus melakukan pemantauan terhadap satelit Nusantara Satu hingga akhirnya benar-benar berhasil menempati slot orbitnyadan beroperasi sebagaimana mestinya.

“Kami memperkirakan butuh sekitar 2 minggu dari waktu peluncuran untuk mengetahui apakah Satelit Nusantara Satu benar-benar mencapai slot orbit yang ditentukan. Setelah berhasil mencapai orbitnya, terlebih dahulu akan dilakukan serangkaian uji coba untuk memastikan Nusantara Satu dapat berfungsi dengan baik. Kemudian, baru satelit dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan internet nasional,” kata Dani.

Dani menjelaskan, Satelit Nusantara Satu Memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps.Cakupan C-band dan Extended C-band satelit tersebut meliputi wilayah Asia Tenggara, sementara untuk Ku-Band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 8 Spot Beam pada sistem HTS.

Selain itu, satelit yang diproduksi oleh Space System Loral (SSL) ini menggunakan platform SSL-1300-140 yang sanggup mengorbit selama lebih dari 15 tahun. Satelit ini memiliki berat ketika peluncuran mencapai 4.100 kilogram.

Adi Rahman Adiwoso menambahkan bahwa kebutuhan internet sangat tinggi untuk masa depan. Diperkiraan, terdapat 25 ribu desa dan 25 juta orang yang belumterlayanikoneksi internet broadband. Beroperasinya Nusantara Satu dinilai akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di berbagai pelosok daerah dengan mendapatkan akses teknologi informasi. Sehingga dengan kualitas dan jangkauannya ke seluruh wilayah Indonesia Nusantara Satu dapat mendukung percepatan ekonomi di daerah.

Setelah mengorbit, menurut Heru Dwikartono, Direktur Jaringan PSN, Satelit Nusantara Satu akan digunakan untuk keperluan Pemerintah yang akan menyebarluaskan internet ke berbagai desa di Indonesia. Selain itu, satelit tersebut juga digunakan untuk memperkuat layanan ritel PSN melalui produk Ubiqu dan Sinyalku. Heru menjelaskan, Ubiqu merupakan produk utama PSN untuk melayani kebutuhan internet di Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Kami memiliki Ubiqu dan Sinyalku dengan cakupan mulai dari ujung barat Sumatera hingga ujung timur Papua, dari ujung utara Sulawesi hingga ujung selatan Nusa Tenggara. Karena Ubiqu menggunakan satelit, jadi dapat dipasang di mana saja di seluruh Indonesia, baik di kota, di desa, daerah pegunungan, kepulauan, bahkan dapat melayani hingga ke daerah pelosok atau remote area,” jelasnya.

“Saat ini sudah sekitar tiga ribuan desa kami koneksikan,sampai akhir tahun ini kami harapkan ada sepuluh ribu desa.dan diperkirakan dua puluh lima ribu desa akan sudah terkoneksikan sekitar tahun 2020-2021” tutup Heru.


psn-siap-luncurkan-nsatu

PSN Segera Luncurkan Satelit dengan Kapasitas Broadband Tertinggi di Indonesia

JAKARTA, 23 Januari 2019 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan telekomunikasi berbasis satelit swasta pertama di Indonesia, mengawali tahun 2019 dengan meluncurkan Satelit Nusantara Satu. Satelit yang semula disebut Satelit PSN VI ini merupakan satelit pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) . Teknologi tersebut akan memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional yang saat ini ada di Indonesia.

psn-siap-luncurkan-nsatu

Selain berkapasitas tinggi, Satelit Nusantara Satu juga menggunakan teknologi Next Generation Electric Propulsion yang membuatnya menjadi cost effective dan efisien karena berat satelitnya menjadi sangat ringan.

“Satelit Nusantara Satu merupakan satelit broadband dengan kapasitas tertinggi dan kita harapkan akan semakin memperkuat posisi PSN sebagai pemain utama dan terkemuka di industri satelit di Indonesia. Dengan pengalaman dan rekam jejak PSN, kami optimis satelit baru ini juga akan memberikan manfaat dan dorongan bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Nusantara,” kata Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso di Kantor PSN, Jakarta, Kamis (23/1).

Menurut Adi, terwujudnya pembangunan satelit ini merupakan hasil pemikiran dan rancangan tim PSN dan perusahaan pembuat satelit dengan didukung pembiayaan dari Export Development Canada (EDC) yang telah terjadi sejak Desember 2017 lalu. Dia berharap satelit ini dapat memacu semangat untuk terus menjadi bagian kemajuan teknologi bangsa.

“Dengan teknologi tinggi yang dihadirkan Satelit Nusantara Satu, PSN berharap Indonesia memiliki satelit yang dapat menghasilkan bandwidth yang besar dengan harga terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Satelit yang merupakan buatan Space System Loral (SSL), sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, saat ini dalam persiapan peluncuran, dan rencananya peluncuran akan dilaksanakan pada medio Februari 2019.

Pemimpin Proyek Nusantara Satu sekaligus menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan PSN, Dani Indra Widjanarko mengungkapkan, “satelit buatan SSL ini menggunakan platform SSL-1300 140 dengan usia desain selama 15 tahun, memiliki 38 transponder C/Ext-C Band dan 8 spotbeam Ku-Band dengan total kapasitas hingga 15 Gigabits per second (Gbps), berat pada saat peluncuran sebesar 4.735 Kg, serta memiliki Spacecraft Power (EOL) sebesar 9985 watt.”

Selain itu, menurut Dani, cakupan C/Ext-C Band Satelit Nusantara Satu meliputi wilayah Asia Tenggara dan untuk Ku-Band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 8 Spot Beam pada sistem HTS. Satelit ini pun akan diluncurkan di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. menggunakan roket Falcon 9 dari Space-X.

“Setelah meluncur, satelit akan ditempatkan pada slot orbit 146° BT, tepat di atas Papua, Indonesia. Lalu, satelit ini akan dikendalikan melalui Satellite Control Center yang berlokasi di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat,” jelas Dani.

Dani mengatakan, Satelit Nusantara Satu juga menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), sebuah perusahaan asuransi yang akan memberikan perlindungan sepenuhnya atas resiko peluncuran dan operasional ketika satelit sudah mengorbit.

Kemudian, pengoperasian satelit ini akan dilakukan oleh PT PSN Enam Indonesia yang merupakan anak usaha PT PSN. Perusahaan yang khusus dibentuk untuk pengoperasian Nusantara Satu ini terdiri dari orang-orang yang sangat ahli dan berpengalaman luas dalam pengoperasian satelit.

“Kami yakin setelah mengorbit di angkasa, Satelit Nusantara Satu akan dioperasikan dengan baik dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat,” lanjutnya.

Adi menambahkan bahwa Satelit Nusantara Satu yang merupakan inisiatif PT. Pasifik Satelit Nusantara adalah bagian dari wujud kemandirian satelit nasional yang memungkinkan seluruh masyarakat Indonesia lebih mudah mendapatkan akses internet tanpa tergantung kepada operator satelit asing. Hal ini sejalan dengan komitmen dan konsistensi PSN untuk menghadirkan teknologi satelit yang mampu memberikan layanan terbaik dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinamis sampai ke pelosok Indonesia .

"Peluncuran Satelit Nusantara Satu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan internet domestik dan mengurangi digital gap di Indonesia. Internet telah terbukti menciptakan dan membawa banyak perubahan dalam peradaban manusia. Dengan teknologi internet juga kita berupaya agar setiap warga Indonesia memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk mencapai tingkat kesejahteraan hidup yang lebih baik, dimanapun mereka tinggal,” tutup Adi.

 


SSL-Built Satellite for Indonesian Operator PSN Arrives at Cape Canaveral for Launch

An SSL-built satellite that will provide broadband in Indonesia has just arrived at the SpaceX launch base in Cape Canaveral — Wendy Lewis, the Senior Director of Communications, SSL, a Maxar Technologies Company, posted the following information in the company's blog.

Nusantara SatuAfter more than a week on the road, the innovative communications satellite we built for Indonesian satellite operator, PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) has arrived safely at the SpaceX launch base in Cape Canaveral, Florida.

Scheduled for launch early next year, Nusantara Satu, previously called PSN VI, will provide voice, data and video distribution service throughout South East Asia, and it includes Indonesia’s first HTS payload. SSL is a leader in HTS technology and built more broadband capacity on orbit today than any other satellite manufacturer.

In addition to this being a high-performance, multi-mission satellite, it features a rideshare service and our next-generation solar electric propulsion system. SSL collaborated with rideshare provider Spaceflight to aggregate additional payloads that will accompany Nusantara Satu to orbit.

I talked to our Group President, Dario Zamarian, and he called out these innovations:

SSL and PSN share a commitment to developing spacecraft that provide robust service for mission-critical applications. Nusantara Satu benefits from multiple SSL innovations including our next-generation electric propulsion system. SSL was able to help reduce the cost of launch for our customer by enabling the satellite to perform orbit raising for an additional payload.

As an important part of the infrastructure that improves broadband connectivity in Indonesia, Nusantara Satu will help build a better world. It acts as a vital link for remote islands and villages to access emergency services, educational opportunities, and other benefits of internet connectivity. In addition to providing broadband service, the satellite’s C-band and Ku-band transponders will be used for voice and data communications and video distribution throughout the Indonesian archipelago.

SSL procured the SpaceX Falcon 9 launch on behalf of PSN and worked together with Spaceflight and SpaceX to enable a unique mission that puts one payload into a trajectory toward the moon prior to the satellite bringing an additional payload to its orbit above the geostationary arc. To reduce the cost of launch for PSN, the satellite was designed for a shared launch.

PSN is the first private satellite telecommunications company in Indonesia and a leading Asian provider of a full range of satellite-based telecommunication services.

The CEO of PSN, Adi Rahman Adiwoso, commented on the satellite and working with SSL. He said:

Nusantara Satu satellite is a very important infrastructure for Indonesia. As the first Indonesian High Throughput Satellite, it is another monumental step for PSN to realize its dream and carry on its commitment to provide broadband services across the vast archipelago of Indonesia. Therefore, PSN has selected SSL, a Maxar Technologies company, since both companies share an aligned goal of bringing far-reaching technology to improve lives and create new opportunities for economic growth in remote regions.

Now that the satellite is at launch base, we are looking forward to seeing it lift off soon!

 

Source: http://www.satnews.com/story.php?number=622103193


PSN Kembali Membangun Satelit Baru untuk Menjadi Penyedia Layanan Broadband Terbesar di Indonesia

JAKARTA, 5 Desember 2017 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan swasta pertama di sektor jasa telekomunikasi dan informasi berbasis satelit di Indonesia, kembali melakukan aksi korporasi dengan membangun satelit baru yang akan dinamai PSN VI. Satelit baru ini akan di operasikan dan dikelola oleh anak usaha PSN, yaitu PT PSN Enam Indonesia dan didukung oleh pembiayaan dari Export Development Canada (EDC), lembaga kredit ekspor Kanada. Satelit PSN VI  dibangun oleh Space System/Loral, perusahaan pembuat satelit terkemuka dari Amerika Serikat dan ditargetkan mengorbit pada akhir tahun 2018 pada slot orbit 1460BT yang dikelola oleh PSN.

Acara penandatanganan kerjasama pembiayaan antara PT PSN Enam Indonesia dengan EDC dilakukan hari ini di Hotel Grand Hyatt, Jakarta oleh Nedy Zachry, Direktur PT PSN Enam Indonesia dengan Tushar Handiekar, Director, Infrastructure & Industrials, Structured & Project Finance Export Development Canada (EDC) yang disaksikan oleh Adi Rahman Adiwoso, CEO PT. Pasifik Satelit Nusantara. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, jajaran Direksi PSN dan anak usaha, serta manajemen dari EDC, Kanada. Perjanjian pembiayaan dengan EDC ditandatangani pada tanggal 25 Oktober 2017 di Jakarta dan Ottawa, Kanada.

Chief Executive Officer PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan, pembangunan satelit PSN VI akan mengukuhkan posisi perusahaan sebagai penyedia layanan broadband terbesar di Indonesia. Langkah strategis ini juga merupakan bagian dari komitmen PSN untuk mendukung program kemandirian satelit Indonesia yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia serta mengoptimalkan peluang perusahaan satelit domestik untuk memenuhi kebutuhan data broadband di Indonesia yang sangat tinggi.

“Sebagai pionir perusahaan satelit di Indonesia, PSN terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan layanan satelit yang terus meningkat dengan menambah satelit-satelit baru dengan teknologi yang lebih canggih agar layanan komunikasi baik data maupun suara dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat Indonesia. Kami berharap layanan satelit PSN dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia dan ikut menggerakan perekonomian nasional,” kata Adi Rahman di Jakarta, Selasa (5/12).

PSN VI memiliki kapasitas transponder C Band dan Ku Band yang dapat menjangkau seluruh pelosok wilayah di Indonesia. Transponder C band rencananya akan digunakan untuk melayani kebutuhan cellular trunking dan komunikasi data perusahaan maupun lembaga pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia.

Transponder Ku Band ditujukan untuk melayani kebutuhan internet kecepatan tinggi melalui satelit.  PSN VI akan memiliki kemampuan sebagai High Throughput Satellite (HTS) pertama di Indonesia yang dapat  memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional untuk alokasi spektrum yang sama.

Untuk meningkatkan kapasitas layanannya serta memberikan layanan yang cost effective bagi pelanggannya, PSN secara konsisten terus membangun satelit dengan teknologi-teknologi canggih.  PSN dengan dukungan dari PT Pintar Nusantara Sejahtera yang merupakan pemegang saham utama PSN, dan mitra strategis lainnya, juga sedang membangun Satelit Palapa-N1 yang direncanakan beroperasi pada 2020. PSN juga sedang merancang satelit PSN VII yang ditargetkan dapat melayani konsumen mulai tahun 2022. Dengan beroperasinya seluruh satelit tersebut, Grup PSN akan menjadi perusahaan penyedia layanan broadband satelit terbesar di Indonesia dengan kapasitas 130 Gbps.

Adi Rahman menjelaskan, perubahan gaya hidup dan aktvitas ekonomi masyarakat yang terus meningkat akan mendorong kebutuhan data melalui akses satelit broadband di Indonesia yang akan mencapai angka 160 Gbps di tahun 2020. Oleh karena itu, melalui pembangunan dan pengoperasian satelit-satelit baru, PSN berharap dapat mendukung proyek strategis nasional untuk menghilangkan digital gap dan memenuhi kebutuhan akses broadband internet.

“Satelit PSN VI ini merupakan infrastruktur penting untuk memenuhi kebutuhan jaringan komunikasi berupa data di Indonesia sebagai negara kepulauan. Satelit merupakan salah satu medium yang efisien untuk menjangkau wilayah yang sulit dan tidak dapat dilayani oleh jaringan infrastruktur terestrial seperti menggunakan fiber optic dan microwave link,” jelas Adi Rahman.

Meningkatnya jumlah kelas menengah dan semakin tinggi daya beli masyarakat Indonesia telah mendorong penggunaan internet semakin tinggi. Menurut lembaga riset pasar e-Marketer,  populasi pengguna internet di Indonesia melonjak dari 83,7 juta orang pada 2014 menjadi sekitar Rp 112 juta pada tahun 2017. Besarnya pengguna internet ini telah mendorong sektor e-commerce di Indonesia juga tumbuh pesat. Pada tahun 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika memperkirakan, potensi per  putaran uang dari sektor e-commerce akan US$ 130 Miliar atau sekitar Rp 1.775 triliun.

Menurut Adi Rahman, internet telah membawa perubahan dan peluang-peluang baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pembangunan dan pengoperasian satelit yang dilakukan PSN diharapkan dapat menciptakan multiplier effect ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

“Satelit adalah infrastruktur komunikasi dan telekomunikasi yang lebih efisien dengan jangkauan luas. Berbagai keunggulan inilah yang dapat dioptimalkan oleh masyarakat Indonesia untuk membangun peradaban dan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Bill Brown, VP Regional EDC mengatakan,”EDC terus menyediakan solusi finansial untuk memperkuat hubungan  yang kian erat antara perusahaan teknologi terdepan Kanada dengan para pembeli dari Asia Tenggara. Transaksi PSN ini adalah contoh yang pas bagaimana pembiayaan dari EDC dapat membantu menciptakan hasil akhir yang positif bagi semua pihak, dan kami berharap untuk bisa melakukan lebih banyak deal-deal semacam ini di Indonesia,”

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara  menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kesepakatan kerja sama yang dilakukan PSN dengan EDC. "Pemerintah sangat mengapresiasi keterlibatan aktif pelaku usaha dan inisiatif yang dilakukan PSN bisa mewujudkan cita-cita pemerintah untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia dengan internet, sehingga kegiatan ekonomi bertambah efisien,” kata Rudiantara.

 


PSN MENUNJUK SSL UNTUK MEMBANGUN SATELIT PSN VI

PALO ALTO, California -. 19 November 2014 - Space Systems / Loral (SSL), salah satu perusahaan manufaktur satelit komersial terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan bahwa kontrak yang dilaporkan pada tanggal 29 Oktober 2014 adalah kontrak sebagai penyedia satelit komunikasi untuk PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Satelit komersial yang dinamakan PSN VI  ini,  akan menyediakan layanan komunikasi di seluruh wilayah Asia Tenggara termasuk High Throughput Satellite (HTS) payload untuk layanan internet pita lebar di Indonesia.

Dengan transponder C-band dan Ku-Band, PSN VI akan digunakan untuk melayani komunikasi suara dan data, distribusi video serta layanan internet pita lebar di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. PSN merupakan perusahaan telekomunikasi satelit swasta pertama di Indonesia dan penyedia jasa satelit terkemuka yang menjangkau berbagai layanan telekomunikasi berbasis satelit di Asia.

"PSN terbukti telah berhasil dalam mengembangkan teknologi satelit untuk memberikan solusi komunikasi yang inovatif yang membantu meningkatkan kualitas kehidupan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah  yang tidak terjangkau", menurut John Celli, Presiden SSL. "Kami sangat senang  telah mendapat kesempatan untuk membantu PSN lebih jauh bukan hanya dalam menyediakan satelit berikut peluncurannya tapi termasuk layanan untuk mendukung tercapainya tujuan bisnis PSN”, lanjutnya.

Menurut rencana, satelit PSN VI akan diluncurkan pada awal tahun 2017 dan akan  ditempatkan pada slot orbit 146⁰ Bujur Timur. Dengan berbasis platform SSL 1300 yang telah terbukti kehandalannya dan mampu memberikan fleksibilitas untuk beragam aplikasi dan kemajuan teknologi di bidang telekomunikasi, satelit ini dirancang untuk dapat memberikan layanan selama 15 tahun  bahkan lebih.

"Kami senang dapat bekerjasama dengan SSL untuk pembuatan satelit terbaru kami, PSN VI. Kami percaya bahwa  kolaborasi ini akan  menjadikan PSN  dapat melayani pasar sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan sebelumnya. Kerjasama ini akan memperkuat komitmen PSN untuk menjadi perusahaan satelit terbaik dalam hal inovasi teknologi dan produk-produknya", menurut Presiden Direktur Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso. “SSL telah menyediakan solusi untuk PSN termasuk komitmen peluncuran satelit PSN VI yang akan memperkuat dan mendukung rencana serta strategi bisnis PSN ke depan", lanjut Adi Rahman Adiwoso.

Tentang PSN

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) merupakan perusahaan telekomunikasi satelit swasta pertama di Indonesia dan penyedia jasa dari berbagai layanan telekomunikasi berbasis satelit terkemuka di Asia. Strategi bisnis PSN fokus pada penyediaan solusi yang inovatif dan efisien serta selalu berusaha untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan para pemangku kepentingan.

Tentang SSL

SSL memiliki pengalaman yang panjang dalam menyediakan Satelit yang handal untuk pelanggan komersial dan pemerintahan di seluruh dunia. Sebagai perusahaan pembuat Satelit komersial terkemuka di dunia, SSL telah menjalin kerjasama yang erat dengan para operator satelit di dunia dalam menyediakan sistem satelit untuk berbagai layanan seperti distribusi siaran televisi dan radio, digital radio, Internet Broadband, komunikasi bergerak, dan observasi bumi. Miliaran penduduk dunia bergantung pada Satelit SSL setiap hari. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.sslmda.com.