PSN Kembali Membangun Satelit Baru untuk Menjadi Penyedia Layanan Broadband Terbesar di Indonesia

JAKARTA, 5 Desember 2017 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan swasta pertama di sektor jasa telekomunikasi dan informasi berbasis satelit di Indonesia, kembali melakukan aksi korporasi dengan membangun satelit baru yang akan dinamai PSN VI. Satelit baru ini akan di operasikan dan dikelola oleh anak usaha PSN, yaitu PT PSN Enam Indonesia dan didukung oleh pembiayaan dari Export Development Canada (EDC), lembaga kredit ekspor Kanada. Satelit PSN VI  dibangun oleh Space System/Loral, perusahaan pembuat satelit terkemuka dari Amerika Serikat dan ditargetkan mengorbit pada akhir tahun 2018 pada slot orbit 1460BT yang dikelola oleh PSN.

Acara penandatanganan kerjasama pembiayaan antara PT PSN Enam Indonesia dengan EDC dilakukan hari ini di Hotel Grand Hyatt, Jakarta oleh Nedy Zachry, Direktur PT PSN Enam Indonesia dengan Tushar Handiekar, Director, Infrastructure & Industrials, Structured & Project Finance Export Development Canada (EDC) yang disaksikan oleh Adi Rahman Adiwoso, CEO PT. Pasifik Satelit Nusantara. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, jajaran Direksi PSN dan anak usaha, serta manajemen dari EDC, Kanada. Perjanjian pembiayaan dengan EDC ditandatangani pada tanggal 25 Oktober 2017 di Jakarta dan Ottawa, Kanada.

Chief Executive Officer PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan, pembangunan satelit PSN VI akan mengukuhkan posisi perusahaan sebagai penyedia layanan broadband terbesar di Indonesia. Langkah strategis ini juga merupakan bagian dari komitmen PSN untuk mendukung program kemandirian satelit Indonesia yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia serta mengoptimalkan peluang perusahaan satelit domestik untuk memenuhi kebutuhan data broadband di Indonesia yang sangat tinggi.

“Sebagai pionir perusahaan satelit di Indonesia, PSN terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan layanan satelit yang terus meningkat dengan menambah satelit-satelit baru dengan teknologi yang lebih canggih agar layanan komunikasi baik data maupun suara dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat Indonesia. Kami berharap layanan satelit PSN dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia dan ikut menggerakan perekonomian nasional,” kata Adi Rahman di Jakarta, Selasa (5/12).

PSN VI memiliki kapasitas transponder C Band dan Ku Band yang dapat menjangkau seluruh pelosok wilayah di Indonesia. Transponder C band rencananya akan digunakan untuk melayani kebutuhan cellular trunking dan komunikasi data perusahaan maupun lembaga pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia.

Transponder Ku Band ditujukan untuk melayani kebutuhan internet kecepatan tinggi melalui satelit.  PSN VI akan memiliki kemampuan sebagai High Throughput Satellite (HTS) pertama di Indonesia yang dapat  memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional untuk alokasi spektrum yang sama.

Untuk meningkatkan kapasitas layanannya serta memberikan layanan yang cost effective bagi pelanggannya, PSN secara konsisten terus membangun satelit dengan teknologi-teknologi canggih.  PSN dengan dukungan dari PT Pintar Nusantara Sejahtera yang merupakan pemegang saham utama PSN, dan mitra strategis lainnya, juga sedang membangun Satelit Palapa-N1 yang direncanakan beroperasi pada 2020. PSN juga sedang merancang satelit PSN VII yang ditargetkan dapat melayani konsumen mulai tahun 2022. Dengan beroperasinya seluruh satelit tersebut, Grup PSN akan menjadi perusahaan penyedia layanan broadband satelit terbesar di Indonesia dengan kapasitas 130 Gbps.

Adi Rahman menjelaskan, perubahan gaya hidup dan aktvitas ekonomi masyarakat yang terus meningkat akan mendorong kebutuhan data melalui akses satelit broadband di Indonesia yang akan mencapai angka 160 Gbps di tahun 2020. Oleh karena itu, melalui pembangunan dan pengoperasian satelit-satelit baru, PSN berharap dapat mendukung proyek strategis nasional untuk menghilangkan digital gap dan memenuhi kebutuhan akses broadband internet.

“Satelit PSN VI ini merupakan infrastruktur penting untuk memenuhi kebutuhan jaringan komunikasi berupa data di Indonesia sebagai negara kepulauan. Satelit merupakan salah satu medium yang efisien untuk menjangkau wilayah yang sulit dan tidak dapat dilayani oleh jaringan infrastruktur terestrial seperti menggunakan fiber optic dan microwave link,” jelas Adi Rahman.

Meningkatnya jumlah kelas menengah dan semakin tinggi daya beli masyarakat Indonesia telah mendorong penggunaan internet semakin tinggi. Menurut lembaga riset pasar e-Marketer,  populasi pengguna internet di Indonesia melonjak dari 83,7 juta orang pada 2014 menjadi sekitar Rp 112 juta pada tahun 2017. Besarnya pengguna internet ini telah mendorong sektor e-commerce di Indonesia juga tumbuh pesat. Pada tahun 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika memperkirakan, potensi per  putaran uang dari sektor e-commerce akan US$ 130 Miliar atau sekitar Rp 1.775 triliun.

Menurut Adi Rahman, internet telah membawa perubahan dan peluang-peluang baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pembangunan dan pengoperasian satelit yang dilakukan PSN diharapkan dapat menciptakan multiplier effect ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

“Satelit adalah infrastruktur komunikasi dan telekomunikasi yang lebih efisien dengan jangkauan luas. Berbagai keunggulan inilah yang dapat dioptimalkan oleh masyarakat Indonesia untuk membangun peradaban dan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Bill Brown, VP Regional EDC mengatakan,”EDC terus menyediakan solusi finansial untuk memperkuat hubungan  yang kian erat antara perusahaan teknologi terdepan Kanada dengan para pembeli dari Asia Tenggara. Transaksi PSN ini adalah contoh yang pas bagaimana pembiayaan dari EDC dapat membantu menciptakan hasil akhir yang positif bagi semua pihak, dan kami berharap untuk bisa melakukan lebih banyak deal-deal semacam ini di Indonesia,”

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara  menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kesepakatan kerja sama yang dilakukan PSN dengan EDC. "Pemerintah sangat mengapresiasi keterlibatan aktif pelaku usaha dan inisiatif yang dilakukan PSN bisa mewujudkan cita-cita pemerintah untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia dengan internet, sehingga kegiatan ekonomi bertambah efisien,” kata Rudiantara.

 


PSN Jalin Kerja Sama Strategis Untuk Membangun Satelit PALAPA-N1

JAKARTA, 17 Mei 2017 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dalam  membangun Satelit Palapa Nusantara 1 atau disingkat Satelit PALAPA-N1 untuk memberikan layanan broadcast dan broadband di Indonesia. Pembangunan satelit tersebut dilakukan melalui kerjasama perusahaan patungan dengan Indosat Ooredoo dan dengan menggandeng pembuat satelit terkemuka dari Cina yaitu China Great Wall Industry Corporation. Kerja sama itu merupakan bagian dari komitmen PSN dalam mendukung rencana kemandirian satelit nasional.

Chief Executive Officer PSN, Adi Rahman Adiwoso, mengatakan satelit merupakan infrastruktur terpenting dan memainkan peranan yang sangat besar bagi Indonesia. Teknologi informasi juga saat ini sudah menjadi kebutuhan dan bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Dengan bentuk wilayah Indonesia yang berupa kepulauan, teknologi satelit merupakan solusi dan pemersatu seluruh wilayah nusantara.“Kami mendukung program pemerintah yang mencanangkan kemandirian satelit nasional, dan pembangunan Satelit PALAPA-N1 yang merupakan inisiatif PSN bersama Indosat Ooredoo adalah komitmen nyata kami untuk menghadirkan teknologi satelit yang mampu memberikan layanan terbaik dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinamis sampai ke pelosok Indonesia,” ujar Adi Rahman.

Pembangunan Satelit PALAPA-N1 ini dibuat dengan menggunakan Chinese DFH 4 Bus yang sudah teruji dan akan diluncurkan dengan roket peluncur Long March 3B dari Xichang Satellite Launch Center di China. Satelit ini ditargetkan rampung pada 2020 dan akan segera diorbitkan untuk memperkuat armada satelit  PSN. Saat ini PSN sudah mengoperasikan Satelit VR yang mengorbit sejak 2014 lalu. Ditambah rencana pengoperasian Satelit PSN VI pada 2019 dan PSN VII pada 2022, perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia ini akan mengoperasikan 4 satelit baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengoperasian satelit-satelit tersebut akan membuat PSN mampu menyediakan layanan broadband di Indonesia dengan kapasitas hingga 130 Gbps.

Jika ditambah dengan penyedia jasa satelit di Indonesia lainnya, yakni Telkom dan BRI, maka total kapasitas satelit di Indonesia diperkirakan akan memiliki layanan hingga 150 GBps.  Dengan adanya armada satelit PSN ini, Indonesia tidak akan lagi tergantung pada operator satelit asing untuk penggunaan jasa satelit pada tahun 2022. "Dengan begitu, layanan satelit di Indonesia tidak akan tergantung oleh perusahaan asing lagi, karena perusahaan domestik mampu memenuhi seluruh kebutuhan secara nasional,” kata Adi Rahman.

President of China Great Wall Industry Corporation (CGWIC), Yin Liming, menyambut positif kerja sama dengan PSN tersebut. Kerja sama yang terjalin antara PSN dan CGWIC ini akan memberikan dampak positif bagi layanan telekomunikasi di Indonesia. “Kami bangga bisa bekerja sama dengan PSN dalam mengembangkan Satelit PALAPA-N1. Kami yakin proyek ini akan bermanfaat dalam pengembangan sektor telekomunikasi di Indonesia yang berkembang sangat pesat dewasa ini,” ujar Yin Liming.

Sekilas tentang penandatanganan PSN VII

Dalam kesempatan itu, penandatanganan naskah kesepahaman antara PSN dengan China Great Wall Industry Corporation (CGWIC) untuk satelit PSN VII juga merupakan komitmen PSN dalam melayani kebutuhan jasa satelit di Indonesia. “Sebagai perusahaan nasional, kami yakin PSN VII akan mampu memberikan layanan jasa satelit yang berkualitas dan menjangkau seluruh pelosok negeri,” jelas Adi Rahman.

CGWIC juga menyatakan antusiasmenya terhadap kerjasama ini karena akan meningkatkan reputasi kedua perusahaan di dunia persatelitan internasional. “Dan juga satelit PSN VII ini akan memberikan konektivitas yang lebih luas di seluruh Indonesia yang membuat kerjasama ini mendapat apresiasi tinggi,” ujar Yin Liming.

PSN Gandeng Surya University Kembangkan Satelit LEO

Pada acara yang sama, PSN juga melakukan tanda tangan nota kesepahaman dengan Universitas Surya  terkait dengan pembangunan Satelit LEO kelas cube sat. Kerjasama ini merupakan komitmen PSN dalam memberikan akses dan kesempatan yang seluas-luasnya bagi anak bangsa untuk berkarya di dunia persatelitan nasional.

Founder Surya University, Prof. Yohanes Surya, menyatakan bangga bisa bekerja sama dengan PSN. “Kami berharap ini bisa menjadi inspirasi agar anak bangsa bisa terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang tidak kalah dengan negara lain. Kami menyampaikan terima kasih kepada PSN yang telah memberikan kesempatan kepada Surya University untuk terlibat langsung dalam pembuatan cube sat” ujar Yohanes.

Satelit PALAPA-N1 Gunakan Teknologi High Throughput  Satellite

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dalam merancang Satelit PALAPA-N1 ini akan menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Teknologi tersebut akan memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional untuk alokasi spektrum yang sama.

Dengan pemanfaatkan teknologi tersebut, program pemerintah untuk memperkenalkan internet di seluruh Indonesia juga bisa dioptimalkan, seperti Desa Pintar, Universal Service Obligation (USO), atau Kewajiban Pelayanan Universal (KPU). Program USO sendiri merupakan salah satu program Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menghubungkan desa-desa terluar, terdepan dan tertinggal di Indonesia dengan internet.

Satelit PALAPA-N1 akan dioperasikan dan ditangani oleh PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS), perusahaan patungan antara Indosat Ooredoo, PSN, dan PT. Pintar Nusantara Sejahtera, yang merupakan salah satu pemegang saham PSN. Satelit PALAPA-N1 nantinya akan berada di orbit 113° BTyang rencananya beroperasi pada tahun 2020 mendatang.